Halaman Muka

Minggu, 30 Juni 2013

Mengapa Anda Layak Sukses


Sukses adalah hak semua orang. Semua orang punya kesempatan dan peluang yang sama untuk meraih kesuksesan. Tapi ada kalanya kita tidak yakin dengan kemampuan diri kita untuk meraihnya. Bahkan tidak sedikit orang yang merendahkan dirinya, merasa dirinya tidak pantas dan tidak layak, merasa tidak percaya diri dan lain sebagainya. Padahal sukses bisa menjadi milik siapa pun asalkan mereka mau berusaha dan berani bermimpi untuk itu.

Ada 7 alasan mengapa Anda layak untuk sukses. Mari Kita ulas satu persatu, mudah-mudahan  ulasan ini dapat membuat hidup Kita ini menjadi lebih hidup lagi.

The Power

Source : yahoo.com
Setiap manusia di anugerahi oleh Tuhan kekuatan, yang membuat dia mampu bertahan hidup dari saat dilahirkan sampai ajal menjemput. Kekuatan itu tersimpan di dalam diri di setiap manusia dan akan terpancar keluar bila dia sering melatihnya. Ada banyak cara melatih diri atau menempa diri agar kekuatan yang Kita miliki dapat didaya gunakan semaksimal mungkin. Sebuah pepatah kuno menyatakan : "... Hanya samudra yang luas dan ganas yang akan melahirkan pelaut-pelaut handal...". 

Cobaan, tantangan, ujian dan halangan dalam kehidupan anak manusia, disadari atau tidak merupakan sarana dalam membangun diri menjadi pribadi yang tanggap, tanggon, trengginas dan tangguh dalam mengarungi hidup. Paling tidak, ada 6 kekuatan dahsyat yang dimiliki oleh setiap manusia yang hidup di dunia ini. 

Why Intelligence Alone Won’t Lead to Success

by Ronald E. Riggio, Ph.D
Which type(s) of intelligence do you possess?

Although there are very smart people, such as Bill Gates, Steve Jobs, and others, who are brilliant and successful, success often eludes lots of people with high IQs. Why is this ? Psychologist Robert Sternberg has discussed the concept of "successful intelligence." Having a high IQ is not enough. Successful people need to recognize and capitalize on their strengths, but also have to correct or compensate for their weaknesses. For example, brilliant leaders have failed because of their inability to admit to a mistake and change a course of action, or because they are unable to trust others and ask for help or delegate tasks to others.

Minggu, 23 Juni 2013

Hadiah Buat Yang Melanggar Aturan

By Hendrik Ronald

Saya sering mengatakan biasanya orang sukses melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda. Misalnya saja, di saat kebanyakan orang men-interview calon karyawan satu per satu, saya malah men-interview 30 orang sekaligus. Di saat hotel-hotel lain tidak memperbolehkan karyawannya menginap, saya malah mempersilahkan dan memerintahkan seluruh karyawan saya untuk menginap di hotelnya sendiri. Bagaimana caranya bisa tau apa yang dirasakan oleh tamu kalau tidak pernah menjadi tamu? Begitu pula dengan peraturan !!

Dua hari yang lalu, seorang karyawan sebuah hotel di Yogyakarta bernama Wisnu, terpaksa mengambil butter (mentega) dari meja buffet tamu untuk membuatkan telur kesukaan saya. Dia “membengkokkan” peraturan untuk memberikan service terbaik untuk customernya !!

Your View of Personal Goals Can Affect Your Relationships

How you think about your goals -- whether it's to improve yourself or to do better than others -- can affect whether you reach those goals. Different kinds of goals can also have distinct effects on your relationships with people around you, according to the authors of a paper published in Current Directions in Psychological Science.

People with "mastery goals" want to improve themselves. Maybe they want to get better grades, make more sales, or land that triple toe loop. On the other hand, people with what psychologists call "performance goals" are trying to outperform others -- to get a better grade than a friend or be Employee of the Year. Both kinds of goals can be useful in different contexts. But P. Marijn Poortvliet, of Tilburg University in the Netherlands, and Céline Darnon, of France's Clermont University, are interested in the social context of these goals -- what they do to your relationships.

Competitor Intelligence, Part III : Marketing Intelligence

Source :  mia6 com

Marketing intelligence merupakan pengumpulan informasi yang digunakan untuk menyelesaikan segala permasalahan berkaitan dengan strategi pemasaran yang telah dan akan dijalankan. Market intelligence digunakan untuk mencari data-data yang berkaitan dengan kondisi internal dari competitor seperti untuk mendapatkan informasi produk andalan dari pesaing, keunggulan produk pesaing, kemana pesaing membidik sasaran, serta mempelajari pola-pola strategi pesaing secara detail. Sehingga berdasarkan informasi yang diperoleh tersebut perusahaan dapat mengatur suatu strategi antisipatif dan untuk meningkatkan produk dan service yang lebih baik dari pesaing / competitor.

Source: kaskus.co.id

Marketing intelligence ini merupakan bagian dari sistem informasi marketing. Dimana informasi yang diperoleh dalam marketing intelligence ini akan diolah dalam sistem informasi marketing. Dalam bisnisnya marketing intelligence merupakan pekerjaan yang tidak melanggar hukum, pekerjaan yang tidak mencuri data dari perusahaan lain atau mencuri data-data ilegal untuk mendapatkan informasi dan informasi yang dalam marketing intelligence adalah bersifat rahasia.

 Source : tumblr.com
Hasil analisis pasar dan market intelligence dari informasi pasar yang akurat mempunyai peranan yang sangat penting untuk menaklukan pasar karena jika informasi yang kita peroleh salah maka hasilnya akan salah pula  dan jika hasil analisis perusahaan dan hasil analisis persaingan salah maka strategi pemasaran yang  dihasilkan juga akan salah. Atau dengan kata lain : “…Garbage in, Garbage out…” Kuncinya adalah untuk memastikan para manager atau para pengambil keputusan untuk mengumpulkan informasi  yang berkwalitas. Kwalitas informasi yang dikumpulkan akan menentukan kwalitas dan keberhasilan para manager atau pengambil keputusan dari waktu ke waktu.

Minggu, 16 Juni 2013

The Doctor-Patient Relationship, Part I

By Lissa

When I was training to become a physician, the rules of the broken, outdated, patriarchal medical system were made clear to me. They went something like this.

The Old Medicine
As your doctor, I will sacrifice everything in my personal life in order to fix what is broken in you. I will stay awake when I’m exhausted, cross my legs when I have to pee, ignore my stomach when it growls, neglect my partner and children when they need me, allow my health to decline, and read all my medical journals so I can stay up to date on the latest in modern science. I will show up sick to work, endure unspeakable traumas in order to learn what I need to know to be an excellent physician, and I will prioritize medicine over everything else in my life. I will study what my forefathers have learned, attend lectures, consult with other physicians, practice my skills, follow the Hippocratic Oath, and vow to first do no harm, and then, hopefully, to do some good.

I will ask you questions, take notes when you talk, interpret your vital signs, and listen to the rhythms of your most crucial organs. I will order laboratory tests and X-rays to figure out what’s wrong, write prescriptions to treat you, refer you to a specialist (if I can’t figure out what’s going on), operate when needed, and cover up or cut out any symptom that threatens to disable or destroy you.

Mendaur Hobi Mendulang Uang

by Steven Agustinus 

Source : docdreyfus com
Untuk mengubah hobi yang kita miliki menjadi keuntungan secara material, hal pertama yang dibutuhkan adalah kreatifitas. Setiap orang pasti memiliki hobi, tapi yang membedakan seseorang dengan yang lainnya adalah kreatifitas untuk mengubah hobi menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Jadi, untuk itu dibutuhkan kreatifitas yang di atas rata-rata.

Yang kedua, tentu saja sense of business yang cukup tajam, sehingga kita bisa melihat peluang apa saja yang terdapat dalam hobi yang kita miliki, yang akan bisa menghasilkan keuntungan secara material bagi kita secara pribadi. Selain itu, kita juga membutuhkan marketing plan (perencanaan) dan promosi, sehingga apa yang kita pasarkan dari hobi tersebut bisa diketahui banyak orang.

Orang yang kreatif adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menanggulangi segala kendala/halangan/kesulitan yang ia miliki, supaya dia bisa tetap diuntungkan dari situasi atau keadaan yang ada. Saya mendapati bahwa kreatifitas bisa membuat seseorang selangkah lebih maju dibanding orang-orang lain. Kreatifitas ini juga yang membuat orang-orang jaman batu dulu bisa menciptakan alat-alat untuk bertani, bercocok tanam ataupun berburu, sehingga mereka sanggup bertahan hidup.

Jadi, kreatifitas ini sebetulnya dimiliki oleh semua orang, hanya mungkin belum terasah. Itu sebabnya kita sering mendapati adanya pelatihan yang diadakan khusus untuk mengasah intelegensi kreatif yang kita miliki, sehingga kita bisa menjadi lebih kreatif dari sebelumnya. Sebagai contoh, dalam memandang sebuah masalah, seringkali kita seperti ‘terbelenggu’ oleh masalah yang ada, sementara orang-orang yang memiliki kreatifitas tinggi akan segera berpikir ‘out of the box’. Dengan demikian, ketika kita berbicara tentang masalah yang dihadapi untuk membuat hobi kita menghasilkan keuntungan material, kreatifitas menjadi salah satu senjata utama yang harus kita miliki.

Extract Of Broccoli Sprouts May Protect Against Bladder Cancer

Source : naturalhealth365.com
A concentrated extract of freeze dried broccoli sprouts cut development of bladder tumors in an animal model by more than half, according to a report in the March 1 issue of Cancer Research. This finding reinforces human epidemiologic studies that have suggested that eating cruciferous vegetables like broccoli is associated with reduced risk for bladder cancer, according to the study's senior investigator, Yuesheng Zhang, MD, PhD, professor of oncology at Roswell Park Cancer Institute. "Although this is an animal study, it provides potent evidence that eating vegetables is beneficial in bladder cancer prevention," he said.

Minggu, 09 Juni 2013

The Power of Smile

By Arie
"....Hari akan terasa begitu indah, jika dimulai dengan senyuman..."

Mungkin perkataan seperti ini seringkali kita dengar, namun terkadang kita tidak memahami begitu dalam tentang makna yang terkandung dalam kata-kata tersebut. Bagaimana kita bisa merasa bahagia, hanya dengan sebuah senyuman?

Karena itu pada kesempatan ini, saya ingin sekali mengulas bagaimana sebuah senyuman akan mampu merubah kehidupan seseorang. Saya pernah mengikuti sebuah seminar "Personality Development and Communication" yang diadakan oleh John Robert Power Indonesia, yang intinya mengajarkan tentang cara kita bersikap dan berbicara secara sopan kepada orang lain khususnya relasi kita. Salah satu yang diajarkan dalam seminar itu adalah cara bagaimana kita menunjukkan senyuman termanis di depan relasi. Hebat bukan? Ternyata senyum saja perlu dilatih, padahal setiap saat kita bisa senyam-senyum sendiri sepuasnya.. 

"Go Toward the Light": The Science of Near-Death Experiences


Source :chakra fahrizal182.blogspot.com
Modern medicine has proven so adept at saving victims of cardiac arrest that a good number of people are walking around today who at one time or another were considered clinically dead. While this is a good thing in and of itself, it has the side benefit of having generated numerous reports of the shadowy psychological condition that people experience when they’re close to “the other side.” So consistent are these reports — combining the sensation of floating, seeing oneself from an outside perspective, and moving through a tunnel towards light — that they have earned an official moniker, “Near Death Experiences,” or NDEs.

Good Boss


Source : santabanta.com
Beberapa waktu lalu saya mendapat telepon dari rekan kerja yang dahulu sempat berada dalam satu team yang sama. Dia bercerita panjang lebar tentang peluang, tantangan dan mencoba bertukar pikiran tentang beberapa hal. Dalam pembicaraan tersebut, setelah mencoba untuk memberikan beberapa alternatif way out atas "peluang" yang ada, Saya menyempatkan untuk memberikan saran agar terlebih dahulu mendiskusikan beberapa hal tersebut di atas pada atasan langsungnya. Namun, jawaban yang Saya dapatkan agak cukup mengerutkan kening di dahi. Rekan tersebut menjelaskan panjang lebar tentang "atasannya" yang sekarang. Intinya adalah ada komunikasi dan chemistry yang belum connect. Kejadian tersebut, menginspirasi untuk membuat tulisan kecil yang mudah-mudahan dapat bermanfaat dan menjadi salah satu dari sekian banyak wacana dalam memecahkan kebuntuan atas peristiwa tersebut di atas.

Minggu, 02 Juni 2013

Pemimpin Karbitan

By Dadang Kadarusman

Source : youwall.com
Pemimpin karbitan ! Anda boleh menggunakan kalimat itu untuk menumpahkan kekesalan pada orang-orang yang anda anggap tidak layak diposisinya sekarang. Tenang saja, tidak hanya anda yang menggunakan sumpah serapah itu. Banyak. Entah diucapkan secara langsung. Atau hanya sekedar gerundelan dalam hati belaka. Kita melakukannya ketika melihat orang yang lebih muda melesat naik mendahului kita. Juga ketika melihat seseorang yang dianggap tidak becus melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan yang diembannya; kita kemudian – dalam hati – berbisik, "...itulah jadinya kalau pemimpin karbitan yang dipilih...". Tetapi, bagaimana jika yang terpilih sebagai si pemimpin karbitan itu adalah kita sendiri? Apakah kita punya cukup keberanian untuk mengatakan kepada diri sendiri ".... akulah si pemimpin karbitan itu ?..." 

Masa kecil saya dijalani didaerah pertanian. Selama masa itu pula saya dekat dengan beragam macam tanaman, tetumbuhan, dan sayur-sayuran. Yang selalu ada nyaris sepanjang tahun adalah buah tomat. Ayah saya menanamnya dalam jumlah yang cukup banyak. Jika anda penyuka tomat dan membeli tomat matang dipasar atau toko swalayan, maka ketahuilah bahwa; tomat matang yang anda beli itu tidak matang dipohonnya. Sebab, tomat yang matang dipohon tidak akan bisa bertahan lama-lama ditempat penyimpanan. Pasti dia akan penyok dalam satu atau dua hari kemudian. Dia segera menjadi tomat bonyok. Jadi, mengirimkan tomat matang langsung dari kebun ke pasar adalah tindakan yang tidak cukup cerdas untuk dilakukan. Kalau begitu, tomat matang yang anda beli itu apa? Itu adalah tomat yang dipetik dari pohonnya dalam keadaan mentah. Masih keras. Dan berkulit buah warna hijau. Bukan merah seperti yang anda lihat sekarang. Lalu, untuk menjadikannya matang; tomat itu diperam. Biasanya, dalam proses memeram digunakan karbit. Itulah kenapa kita suka sekali mengatakan; matang karbitan ! Seperti kepada para pemimpin itu. Tidak ada yang perlu dipusingkan, bukan ?

Tiga Kompetensi untuk Para Profesional Sejati

by Yodhia Antariksa

Roda waktu terus bergerak, dan hidup terus menggelinding. Dalam perjalanan panjang itu kita terus menerus diminta untuk merekahkan segenap potensi dan kapabilitas. Kita terus ditagih untuk membentangkan ruang pertumbuhan agar self-competency bisa selalu bermekaran. Sebab, tanpa spirit untuk melakukan never ending self-improvement, tidakkah itu berarti kita telah membunuh asa untuk menjadi insan yang lebih sempurna? Dan persis disitulah kita kemudian digedor pertanyaan yang bunyinya begini : adakah kompetensi kita hari ini lebih baik dibanding sebulan atau setahun silam? Adakah kompetensi kita selama ini bisa terus dibentangkan menuju titik-titik kesempurnaan? Atau sebaliknya : selama ini kompetensi kita going nowhere - redup dan kian terkoyak ditengah roda waktu yang terus bergerak?

Namun pertanyaan lain yang mungkin tak kalah penting adalah ini : kalaulah kita masih punya spirit untuk terus bergerak, untuk terus melenting, untuk terus menemukan ruang dimana kompetensi kita bisa menemukan tempat terindah agar tumbuh bermekaran; maka jenis kompetensi apa yang layak dikuasai? Kepingan kompetensi seperti apa yang mesti didekap erat agar kita bisa menjadi insan yang lebih sempurna, insan yang lebih paripurna?

Ditengah keriuhan hari Senin pagi yang mulai membuncah, ditengah tumpukan pekerjaan yang sebentar lagi mungkin akan menenggelamkan Anda – maka ijinkan saya untuk menyelipkan sekeping narasi tentang 3 jenis kompetensi yang barangkali penting untuk direnungkan. Ada begitu banyak ragam kompetensi yang mungkin harus kita kuasai; namun tiga kompetensi ini merupakan core competencies yang patut ditelisik dengan penuh kesungguhan. Inilah tiga jenis kompetensi yang barangkali akan membekali kita dalam petualangan panjang menjadi insan yang kian sempurna.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...